Sapi Kurban Presiden 1,1 Ton Disalurkan ke Warga Bencana Padang Bantuan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi perhatian menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Seekor sapi jenis Simmental bernama Malboro dengan bobot 1,1 ton disiapkan sebagai hewan kurban untuk masyarakat yang sempat terkena bencana di wilayah Padang. Sapi jumbo tersebut dibeli dari peternak lokal dan direncanakan disembelih serta dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Malboro Jadi Sapi Kurban Presiden untuk Kota Padang
Penyaluran sapi kurban Presiden di Padang tidak hanya menjadi agenda ibadah, tetapi juga bentuk perhatian sosial kepada warga yang masih menjalani pemulihan setelah bencana. ANTARA melaporkan sapi jenis Simmental berbobot 1,1 ton bernama Malboro dibeli Presiden Prabowo Subianto dari peternak sapi lokal sebagai hewan kurban untuk masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat.
Bobot Malboro yang mencapai 1,1 ton membuat sapi ini langsung mencuri perhatian. Dalam ukuran hewan kurban, berat lebih dari satu ton menunjukkan perawatan panjang, pakan teratur, serta kesehatan yang terjaga. Sapi dengan bobot seperti ini biasanya melewati seleksi ketat karena akan disalurkan atas nama Presiden.
Rencana penyaluran sapi kurban ini diarahkan kepada masyarakat yang pernah terkena bencana di Kota Padang. Informasi tersebut membuat bantuan ini terasa lebih dekat dengan kebutuhan warga, terutama mereka yang masih menyusun kembali kehidupan setelah rumah, akses jalan, kebun, atau alat kerja terganggu oleh kejadian alam.
Disiapkan untuk Kawasan Batu Busuk di Kecamatan Pauh
Sapi Malboro direncanakan disalurkan kepada masyarakat di wilayah Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Laporan Kabarsumbar menyebut penyaluran di lokasi tersebut diprioritaskan bagi warga setempat yang terkena bencana.
Batu Busuk menjadi salah satu kawasan yang cukup sering masuk pemberitaan setelah banjir bandang dan galodo menerjang wilayah tersebut. Kerusakan akses, gangguan aktivitas warga, dan perpindahan sebagian masyarakat ke hunian sementara membuat kawasan ini membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Penempatan sapi kurban Presiden di Batu Busuk dapat dibaca sebagai upaya menghadirkan bantuan pada titik yang masih memerlukan dukungan. Daging kurban dari sapi sebesar Malboro diharapkan dapat menjangkau banyak keluarga, terutama warga yang belum sepenuhnya pulih secara ekonomi dan sosial.
Peternak Lokal Rawat Malboro Selama Dua Tahun
Malboro bukan sapi yang muncul secara tiba tiba. Sapi tersebut dipelihara oleh peternak lokal bernama Jerry Leo Kurniawan di kawasan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Jerry menyebut sapi itu sudah dirawat selama dua tahun terakhir sebelum akhirnya terpilih menjadi hewan kurban Presiden.
Menurut laporan Mimbar Nasional, Jerry membeli Malboro dari Solok saat bobotnya masih sekitar 600 kilogram. Melalui perawatan rutin, sapi itu kemudian tumbuh hingga melewati angka satu ton. Pakan yang diberikan meliputi rumput dan tambahan konsentrat agar pertumbuhan tubuhnya tetap terjaga.
Bagi peternak, proses penggemukan sapi hingga mencapai bobot 1,1 ton membutuhkan kesabaran. Pakan harus cukup, kesehatan harus dipantau, kandang harus bersih, dan nafsu makan hewan harus dijaga. Bila salah satu unsur itu tidak berjalan baik, pertumbuhan sapi dapat melambat atau kondisi tubuhnya menurun.
Harga Sapi Disebut Mencapai Rp98 Juta
Malboro disebut memiliki nilai sekitar Rp98 juta. Angka tersebut menunjukkan kelas sapi jumbo yang tidak hanya besar dari sisi bobot, tetapi juga memenuhi standar kesehatan dan kualitas untuk hewan kurban tingkat kepresidenan.
Harga sapi jumbo biasanya dipengaruhi oleh jenis, bobot, bentuk tubuh, usia, kesehatan, serta reputasi peternak. Untuk sapi kurban Presiden, unsur kesehatan menjadi perhatian utama. Hewan harus layak secara fisik, tidak cacat, sehat, dan sesuai syarat penyembelihan.
Jerry mengaku bangga karena untuk pertama kalinya sapi hasil ternaknya terpilih menjadi sapi kurban Presiden. Ia juga menyampaikan bahwa proses pemilihan melewati pengecekan kesehatan dan banyak kriteria sebelum sapi tersebut dinyatakan layak.
Batu Busuk Masih Menyimpan Jejak Banjir Bandang
Pemilihan Batu Busuk sebagai lokasi penyaluran tidak lepas dari kondisi kawasan tersebut setelah bencana. Pemerintah Kota Padang pernah melaporkan akses jalan menuju Batu Busuk di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, putus setelah banjir kembali menerjang wilayah itu pada Jumat, 2 Januari 2026.
Dalam laporan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengonfirmasi badan jalan amblas sekitar pukul 01.45 WIB. Kerusakan disebut sangat besar sehingga tidak memungkinkan dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki.
Lurah Kapalo Koto Afriwarman juga menjelaskan titik terdalam berada di depan SMPN 44, RT 03 RW 04, Jalan Koto Tuo. Karena jalur itu merupakan akses utama menuju jembatan Batu Busuk, sebanyak 235 kepala keluarga sempat berada dalam kondisi terisolasi.
Sebagian Warga Telah Menempati Hunian Sementara
Kondisi warga Batu Busuk setelah bencana juga terlihat dari pembangunan hunian sementara. RRI melaporkan Hunian Sementara Sehat dan Layak bagi warga korban banjir bandang di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, diresmikan pada Senin, 26 Januari 2026. Sebanyak 11 unit hunian dibangun di atas lahan 1.800 meter persegi untuk warga korban banjir bandang Pangka Jembatan Batu Busuk RT 03 RW 04 Kaum Suku Tanjuang.
Wali Kota Padang Fadly Amran saat peresmian menyampaikan apresiasi kepada pihak yang terlibat dalam pembangunan hunian tersebut. Ia menilai hunian sementara tidak hanya terkait bangunan, tetapi juga terkait keberlangsungan hidup warga setelah bencana.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa bantuan kurban di kawasan Batu Busuk menjadi penting. Bagi warga yang masih tinggal di hunian sementara atau menjalani pemulihan ekonomi, pembagian daging kurban dapat menjadi tambahan kebutuhan pangan pada hari raya.
Aktivitas Ekonomi Warga Mulai Bergerak Lagi
Sebelum Idul Adha 2026, aktivitas ekonomi sebagian warga Batu Busuk sudah mulai bergerak lagi, meski belum seluruhnya pulih. ANTARA Sumbar melaporkan pada Desember 2025 bahwa sebagian warga di Batu Busuk mulai kembali beraktivitas setelah jalur jalan yang terputus akibat banjir bandang galodo dibersihkan dari lumpur dan bagian amblas dibuat jalan sementara.
Dalam laporan tersebut, seorang petani bernama Uwak Zul mulai kembali menjual hasil kebun setelah jalan bisa dilalui sepeda motor dan mobil. Namun, warga lain masih kesulitan mencari nafkah karena rumah hancur dan alat kerja ikut hanyut.
Situasi ini membuat bantuan hewan kurban tidak hanya bernilai sebagai pembagian daging. Bagi warga, kehadiran bantuan pada hari besar juga menjadi penguat rasa kebersamaan. Ada perhatian yang datang saat sebagian keluarga masih harus menata ulang sumber penghidupan.
Hewan Kurban Presiden Lewat Seleksi Kesehatan
Sapi kurban dari Presiden tidak dipilih hanya karena besar. Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting sebelum hewan dinyatakan layak. Jerry menyebut sebelum terpilih, Malboro melewati pengecekan kesehatan dan sejumlah kriteria.
Proses seperti ini penting karena hewan kurban harus memenuhi syarat kesehatan, fisik, dan kelayakan penyembelihan. Sapi yang sakit atau cacat tidak layak menjadi hewan kurban. Karena itu, pemeriksaan oleh pihak terkait menjadi bagian yang tidak bisa dilewatkan.
Pengalaman daerah lain di Sumatera Barat juga menunjukkan standar bobot dan kesehatan menjadi perhatian. Di Padang Pariaman, sapi kurban Presiden berbobot lebih dari 800 kilogram dibeli dari peternak lokal, dan Dinas Peternakan setempat menyatakan pemantauan kesehatan dilakukan hingga proses pemotongan selesai.
Peternak Lokal Mendapat Ruang Apresiasi
Pembelian Malboro dari peternak lokal memberi pesan bahwa kualitas ternak daerah mampu memenuhi standar tinggi. Jerry sebagai peternak di Koto Lua menjadi bagian dari cerita besar penyaluran sapi kurban Presiden di Padang.
Bagi peternak, terpilihnya sapi dalam program kurban Presiden dapat menjadi pengakuan atas kerja panjang. Tidak semua sapi bisa mencapai bobot lebih dari satu ton dengan kondisi sehat. Dibutuhkan pakan yang cukup, perawatan kandang, pemantauan pertumbuhan, serta pengetahuan tentang pola penggemukan.
Di Padang Pariaman, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Raflis Efendi juga menyebut pembelian sapi dari peternak setempat dapat meningkatkan ekonomi warga dan memotivasi peternak lain untuk membesarkan bobot sapi yang dibudidayakan.
Tradisi Kurban Presiden Hadir di Banyak Daerah
Setiap Idul Adha, hewan kurban Presiden biasanya disalurkan ke sejumlah wilayah. Di Sumatera Barat, selain Kota Padang, sapi kurban Presiden juga tercatat disiapkan untuk Padang Pariaman. Sapi di Padang Pariaman dibeli dari peternak asal Nagari Gadur, Kecamatan Enam Lingkuang, dengan berat lebih dari 800 kilogram dan harga Rp85 juta.
Di Kabupaten Agam, dua ekor sapi jumbo sempat diproyeksikan sebagai calon sapi kurban Presiden untuk daerah bencana pada Idul Adha 1447 Hijriah. Dua sapi tersebut merupakan hasil ternak warga lokal dengan bobot masing masing di atas 1,2 ton.
Rangkaian ini menunjukkan bahwa hewan kurban Presiden tidak hanya berpusat di kota besar. Banyak sapi dipilih dari peternak lokal di daerah, lalu disalurkan kepada masyarakat yang menjadi sasaran penerima. Pola seperti ini memberi ruang bagi peternak daerah untuk ikut berada dalam agenda nasional.
Daging Kurban Diharapkan Menjangkau Banyak Keluarga
Dengan bobot 1,1 ton, Malboro berpotensi menghasilkan daging dalam jumlah besar setelah proses penyembelihan dan pembagian. Bagian daging tersebut akan didistribusikan kepada warga di wilayah penerima sesuai pengaturan panitia dan pihak terkait.
Pembagian daging kurban di kawasan korban bencana biasanya membutuhkan pendataan yang rapi. Panitia perlu memastikan warga yang paling membutuhkan mendapat bagian. Kelompok rentan seperti keluarga yang masih tinggal di hunian sementara, lansia, pekerja harian yang kehilangan alat kerja, dan keluarga dengan anak kecil perlu diperhatikan.
ANTARA menyebut sapi kurban dari Presiden akan disembelih dan didistribusikan bagi masyarakat yang sempat terkena bencana di Kota Padang. Dengan dasar itu, distribusi menjadi bagian penting dari pelaksanaan kurban, bukan hanya penyembelihan hewan.
Hari Raya Menjadi Ruang Menguatkan Warga
Idul Adha selalu memiliki unsur ibadah, gotong royong, dan kepedulian sosial. Di daerah yang pernah terkena banjir bandang, pembagian hewan kurban memberi suasana berbeda karena warga merayakan hari besar sambil tetap membawa pengalaman berat akibat bencana.
Bagi masyarakat Batu Busuk, perayaan Idul Adha 2026 datang setelah berbulan bulan menjalani pemulihan. Sebagian akses pernah putus, sebagian warga harus tinggal di hunian sementara, dan beberapa keluarga kehilangan sumber penghasilan. Kondisi itu membuat bantuan pangan pada hari raya terasa lebih berarti.
Kehadiran sapi kurban Presiden seberat 1,1 ton menjadi perhatian bukan hanya karena ukurannya, tetapi karena sasaran penerimanya. Bantuan itu diarahkan ke warga yang pernah mengalami kesulitan besar dan masih membutuhkan dukungan sosial.
Pemerintah Daerah Perlu Pastikan Pembagian Tepat Sasaran
Pelaksanaan kurban dengan penerima warga korban bencana membutuhkan koordinasi antara panitia, aparat wilayah, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Data warga harus jelas agar pembagian tidak menimbulkan pertanyaan di lapangan.
Pengalaman pembangunan hunian sementara di Batu Busuk menunjukkan kerja sama banyak pihak dibutuhkan dalam setiap tahap pemulihan. RRI mencatat pembangunan hunian didukung donatur, perguruan tinggi, kaum suku, panitia pelaksana, serta unsur TNI dan Polri sejak masa tanggap darurat hingga pembangunan hunian.
Semangat kerja sama seperti itu juga dibutuhkan dalam pembagian daging kurban. Proses penyembelihan harus tertib, kebersihan dijaga, daftar penerima disusun baik, dan pembagian dilakukan dengan memperhatikan warga yang paling membutuhkan.
Malboro Menjadi Perhatian Warga Padang
Ukuran tubuh Malboro yang besar membuat warga tertarik melihat langsung sapi tersebut sebelum disalurkan. Sapi Simmental berbobot lebih dari satu ton bukan pemandangan biasa, apalagi ketika hewan itu menjadi kurban atas nama Presiden.
Mimbar Nasional melaporkan Malboro dirawat di Koto Lua, Kecamatan Pauh, dengan pola pakan rumput dan konsentrat. Perawatan intensif tersebut membuat sapi berusia sekitar empat tahun itu memiliki tubuh besar dan kondisi prima.
Bagi Jerry, terpilihnya Malboro memberi kebanggaan tersendiri. Bagi warga Padang, sapi tersebut menjadi bagian dari cerita Idul Adha 1447 Hijriah yang berkaitan langsung dengan solidaritas untuk daerah korban bencana.
Bantuan Kurban Berjalan Bersama Pemulihan Kawasan
Batu Busuk tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat. Wilayah ini pernah menghadapi kerusakan akses, lumpur, rumah rusak, alat kerja hilang, serta kebutuhan hunian sementara. ANTARA Sumbar mencatat sebagian warga mulai kembali beraktivitas, tetapi sebagian lainnya masih belum bisa mencari nafkah karena rumah dan alat kerja rusak atau hanyut.
Di tengah kondisi itu, sapi kurban Presiden hadir sebagai salah satu bentuk bantuan pada momen keagamaan. Daging kurban dapat membantu kebutuhan pangan warga, sementara perhatian nasional dapat ikut menjaga agar kondisi Batu Busuk tidak luput dari sorotan.
Penyembelihan dan distribusi Malboro akan menjadi bagian dari rangkaian Idul Adha di Padang. Bagi warga penerima, daging kurban dari sapi seberat 1,1 ton itu bukan sekadar santapan hari raya, tetapi juga bagian dari kepedulian yang datang saat mereka masih berusaha bangkit dari bencana.


Comment