Apa Itu NPD? Kenali Gejalanya dan Bedakan dari Percaya Diri yang Sehat Istilah NPD semakin sering muncul dalam percakapan sehari hari dan media sosial. Seseorang yang gemar berbicara tentang dirinya sendiri, sulit menerima kritik, atau terlihat sangat percaya diri tidak jarang langsung disebut narsistik. Padahal, Narcissistic Personality Disorder atau NPD merupakan kondisi kesehatan mental dengan kriteria klinis tertentu dan tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan satu atau dua perilaku.
NPD dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai gangguan kepribadian narsistik. Mayo Clinic menjelaskan kondisi ini ditandai rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan besar terhadap perhatian dan kekaguman, serta kesulitan memahami atau memperhatikan perasaan orang lain. Di balik penampilan yang terlihat sangat yakin, harga diri seseorang dengan NPD dapat bersifat rapuh dan sangat sensitif terhadap kritik.
Karena itu, rasa percaya diri tinggi tidak otomatis menunjukkan NPD. Diagnosis membutuhkan pola perilaku yang menetap, muncul dalam berbagai situasi, serta menimbulkan gangguan nyata pada hubungan, pekerjaan, sekolah, atau kehidupan sosial.
NPD Merupakan Gangguan Kepribadian
Kepribadian mencakup cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, bertindak, serta berhubungan dengan orang lain. Setiap orang mempunyai karakter berbeda dan sebagian sifat dapat terlihat lebih kuat dibandingkan sifat lainnya.
Gangguan kepribadian terjadi ketika pola pikiran dan perilaku menjadi sangat kaku, berlangsung dalam jangka panjang, serta menyebabkan masalah dalam kehidupan. MedlinePlus menjelaskan gangguan kepribadian melibatkan pola perilaku, emosi, dan pikiran yang menetap serta mengganggu kemampuan seseorang menjalani hubungan, pekerjaan, dan aktivitas sosial.
Pada NPD, pola utama berpusat pada rasa penting diri yang sangat tinggi, kebutuhan memperoleh kekaguman, serta kurangnya empati.
Namun, gambaran seseorang dengan NPD tidak selalu berupa pribadi yang terus menerus tampil percaya diri dan suka memamerkan diri.
Sebagian orang dapat terlihat mudah tersinggung, menarik diri ketika merasa gagal, merasa sangat malu ketika dikritik, atau terus memikirkan bagaimana orang lain menilai dirinya. Merck Manual menjelaskan harga diri pada NPD sering sangat bergantung pada penilaian positif dari orang lain sehingga kegagalan atau kritik dapat terasa sangat mengancam.
Percaya Diri Tinggi Tidak Sama dengan NPD
Rasa percaya diri merupakan kemampuan melihat kemampuan serta nilai diri secara cukup realistis. Seseorang dapat bangga terhadap pencapaiannya tanpa merasa semua orang harus menganggap dirinya lebih unggul.
Orang yang percaya diri juga masih dapat mengakui kelebihan orang lain.
Ia mungkin kecewa ketika dikritik, tetapi dapat memikirkan apakah kritik tersebut benar. Ia dapat gagal tanpa harus merendahkan orang yang berhasil. Ia juga tidak membutuhkan pujian terus menerus untuk merasa dirinya mempunyai nilai.
Pada NPD, kebutuhan terhadap pengakuan dapat jauh lebih kuat.
Mayo Clinic menyebut seseorang dengan NPD dapat mengharapkan perlakuan istimewa, ingin terus dikagumi, membesar besarkan pencapaian, serta berharap diakui sebagai orang yang lebih unggul meskipun belum memiliki pencapaian yang mendukung pandangan tersebut.
Perbedaan penting lainnya berada pada empati dan hubungan dengan orang lain.
Percaya diri tidak mengharuskan seseorang mengecilkan orang lain. Sebaliknya, pola NPD dapat membuat seseorang menggunakan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dirinya atau mengabaikan kebutuhan emosional orang di sekitarnya.
“Menurut penulis, perbedaan penting antara percaya diri dan NPD bukan sekadar seberapa tinggi seseorang menilai dirinya, tetapi bagaimana penilaian tersebut memengaruhi cara ia memperlakukan orang lain.”
Rasa Penting Diri yang Sangat Tinggi Menjadi Salah Satu Ciri
Salah satu kriteria yang digunakan dalam penilaian NPD adalah grandiositas atau rasa penting diri yang berlebihan.
Seseorang dapat melihat kemampuan atau pencapaiannya jauh lebih besar dibandingkan kenyataan. Prestasi kecil mungkin disampaikan seolah merupakan sesuatu yang luar biasa, sementara peran orang lain dalam keberhasilan dapat dianggap tidak penting.
Merck Manual menjelaskan pasien NPD dapat melebihkan kemampuan serta pencapaiannya dan melihat dirinya sebagai pribadi yang superior, unik, atau khusus.
Namun, grandiositas tidak selalu berarti seseorang terus menerus mengatakan dirinya hebat.
Pada sebagian orang, keyakinan tersebut terlihat melalui harapan bahwa aturan umum tidak berlaku untuk dirinya, tuntutan mendapat pelayanan khusus, atau kemarahan ketika tidak memperoleh prioritas.
Seseorang juga dapat merasa hanya orang tertentu yang dianggap memiliki status tinggi yang pantas memahami atau berhubungan dengannya.
Kebutuhan akan Pujian Bisa Terlihat Sangat Kuat
Keinginan mendapatkan pujian sebenarnya manusiawi.
Seseorang yang menyelesaikan pekerjaan sulit tentu dapat merasa senang ketika usahanya dihargai. Persoalan muncul ketika kekaguman dari orang lain menjadi kebutuhan yang hampir terus menerus diperlukan untuk mempertahankan penilaian terhadap diri sendiri.
Cleveland Clinic menjelaskan kebutuhan terhadap kekaguman pada NPD dapat disertai harga diri rapuh, keraguan terhadap diri sendiri, perasaan kosong, serta perhatian berlebihan terhadap pendapat orang lain.
Hal ini dapat membuat perilaku seseorang terlihat bertentangan.
Di satu sisi ia mungkin tampak sangat yakin. Di sisi lain, komentar kecil dapat membuatnya merasa sangat terancam.
Ia dapat terus mencari validasi melalui pencapaian, penampilan, status pekerjaan, kekayaan, hubungan, atau lingkaran sosial tertentu.
Ketika pujian tidak diberikan, rasa kecewa dapat berubah menjadi kemarahan atau penghinaan kepada orang lain.
Kritik Bisa Memicu Reaksi yang Sangat Besar
Kemampuan menerima kritik menjadi salah satu area yang sering bermasalah pada NPD.
Mayo Clinic menjelaskan seseorang dengan gangguan ini dapat menjadi tidak sabar atau marah ketika tidak mendapatkan perlakuan khusus, merasa mudah tersinggung dalam hubungan, serta merespons kritik dengan kemarahan atau penghinaan.
Reaksi tersebut berkaitan dengan harga diri yang rapuh.
Kritik dapat dirasakan bukan sebagai masukan terhadap satu perilaku, melainkan sebagai ancaman terhadap gambaran diri secara keseluruhan.
Akibatnya, seseorang dapat membalas dengan merendahkan orang yang mengkritiknya.
Ada pula yang memilih menarik diri dari situasi yang mempunyai risiko kegagalan karena tidak ingin menghadapi perasaan malu atau dianggap tidak cukup baik.
Merck Manual menyebut beberapa orang dengan NPD dapat menghindari keadaan ketika mereka berpotensi gagal sebagai upaya melindungi rasa penting dirinya.
Kurangnya Empati Tidak Selalu Berarti Tidak Punya Perasaan
Kurangnya empati termasuk salah satu ciri penting dalam kriteria NPD.
Namun, istilah ini perlu dipahami dengan hati hati.
Kurangnya empati bukan berarti seseorang selalu tidak mempunyai emosi atau sama sekali tidak mampu mengetahui bahwa orang lain sedang sedih.
Persoalan dapat berada pada ketidakmauan atau kesulitan memberikan perhatian terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain ketika kebutuhan tersebut bertentangan dengan kepentingannya sendiri.
Mayo Clinic mencatat orang dengan NPD dapat mengalami kesulitan mengenali kebutuhan dan perasaan orang lain. Mereka juga dapat memanfaatkan orang lain untuk memperoleh apa yang diinginkan.
Dalam hubungan, pola tersebut dapat membuat pasangan, teman, atau anggota keluarga merasa kebutuhan mereka terus ditempatkan di posisi kedua.
Seseorang mungkin meminta dukungan besar ketika dirinya mengalami masalah, tetapi memberikan respons sangat kecil ketika orang lain membutuhkan hal yang sama.
Perasaan Berhak Mendapat Perlakuan Khusus Bisa Muncul
Sense of entitlement atau perasaan bahwa dirinya berhak memperoleh perlakuan tertentu merupakan bagian lain yang digunakan dalam penilaian NPD.
Seseorang dapat menganggap orang lain seharusnya memenuhi permintaannya tanpa mempertanyakan alasan.
Antrean, aturan kantor, pembagian tugas, atau batas dalam hubungan dapat dipandang sebagai sesuatu yang seharusnya dapat dikecualikan untuk dirinya.
Cleveland Clinic menggambarkan entitlement pada NPD sebagai harapan mendapatkan perlakuan menguntungkan dalam tingkat yang tidak masuk akal serta kemarahan ketika orang lain tidak memenuhi keinginannya.
Namun, sekali lagi, satu perilaku tidak cukup untuk menetapkan diagnosis.
Banyak orang sesekali bersikap egois atau merasa berhak atas sesuatu ketika sedang marah. Pada NPD, pola tersebut berlangsung lebih menetap dan muncul dalam berbagai bagian kehidupan.
Hubungan Dapat Dipakai untuk Meningkatkan Status Diri
Sebagian orang dengan NPD sangat memperhatikan siapa yang berada dalam lingkaran sosialnya.
Hubungan dapat dipilih berdasarkan bagaimana orang tersebut meningkatkan citra, status, atau harga diri.
Merck Manual menjelaskan seseorang dengan NPD dapat merasa hanya orang yang dianggap khusus atau berstatus tinggi yang layak menjadi bagian dari lingkarannya.
Ketika seseorang tidak lagi memberikan pujian, status, perhatian, atau keuntungan emosional yang dibutuhkan, hubungan dapat berubah.
Orang yang sebelumnya dipuji secara berlebihan dapat kemudian direndahkan.
Pola semacam ini bisa menimbulkan hubungan yang tidak stabil karena penilaian terhadap orang lain banyak bergantung pada apakah orang tersebut membantu mempertahankan gambaran diri.
Tidak seluruh orang dengan NPD menunjukkan pola yang sama dan tingkat keparahannya dapat berbeda.
Iri terhadap Orang Lain Juga Termasuk Kriteria
NPD tidak hanya berhubungan dengan rasa superior.
Perasaan iri terhadap pencapaian orang lain juga termasuk dalam sembilan kriteria klinis yang dijelaskan DSM 5 TR sebagaimana dirangkum Merck Manual.
Seseorang dapat merasa terganggu ketika rekan mendapatkan promosi, teman memperoleh perhatian, atau orang lain mempunyai sesuatu yang diinginkannya.
Untuk menjaga penilaian diri, pencapaian orang lain kemudian dapat dikecilkan.
Misalnya, keberhasilan dianggap hanya karena keberuntungan, koneksi, atau faktor lain yang membuat pencapaian tersebut terlihat kurang bernilai.
Sebaliknya, seseorang juga dapat meyakini bahwa orang lain sebenarnya iri kepadanya.
Keyakinan semacam ini membantu mempertahankan anggapan bahwa dirinya berada pada posisi yang lebih tinggi.
Kesombongan Hanya Salah Satu Bagian
NPD sering digambarkan sebagai seseorang yang sombong, keras, dan senang memamerkan diri.
Gambaran tersebut memang dapat ditemukan, tetapi bukan satu satunya bentuk yang mungkin terlihat.
Cleveland Clinic mencatat seseorang dengan NPD juga dapat menunjukkan ketakutan terhadap kerentanan, menarik diri untuk menyembunyikan perasaan lemah, perfeksionisme, sensitivitas tinggi terhadap penolakan, serta depresi ketika mengalami kegagalan.
Mayo Clinic juga mencatat adanya perasaan tersembunyi berupa rasa tidak aman, malu, terhina, serta takut dianggap gagal.
Karena itu, istilah narsistik tidak sebaiknya hanya dilekatkan pada seseorang yang banyak mengambil foto diri atau suka berbicara tentang pencapaian.
Perilaku di permukaan dapat mempunyai banyak penjelasan berbeda.
Diagnosis Membutuhkan Sedikitnya Lima Kriteria
Menurut kriteria DSM 5 TR yang dirangkum Merck Manual, diagnosis NPD membutuhkan pola menetap berupa grandiositas, kebutuhan terhadap kekaguman, serta kurangnya empati.
Pola tersebut harus ditunjukkan melalui sedikitnya lima dari sembilan kriteria.
Kesembilan area tersebut mencakup rasa penting diri berlebihan, fantasi mengenai keberhasilan atau kekuasaan, keyakinan sebagai pribadi khusus, kebutuhan besar terhadap kekaguman, perasaan berhak, pemanfaatan orang lain, kurangnya empati, rasa iri, serta perilaku arogan.
Gejala juga harus sudah muncul pada awal usia dewasa.
Jumlah kriteria bukan satu satunya hal yang dilihat.
Tenaga profesional juga menilai seberapa lama pola berlangsung, apakah muncul dalam banyak situasi, serta seberapa besar gangguan yang terjadi pada pekerjaan dan hubungan.
Karena itu, daftar gejala di internet tidak dapat menggantikan evaluasi profesional.
Jangan Mendiagnosis Pasangan atau Mantan dari Media Sosial
Popularitas istilah NPD membawa persoalan baru.
Kata tersebut sering digunakan untuk menyebut pasangan yang berselingkuh, mantan yang egois, atasan yang kasar, teman yang suka pamer, atau anggota keluarga yang sulit diajak berkompromi.
Perilaku tersebut memang bisa menyakitkan, tetapi tidak otomatis berarti seseorang mempunyai gangguan kepribadian narsistik.
Mayo Clinic menjelaskan diagnosis membutuhkan penilaian gejala, pengaruhnya terhadap kehidupan, pemeriksaan untuk menyingkirkan persoalan kesehatan tertentu, serta evaluasi psikologis yang menyeluruh.
Selain itu, sejumlah ciri NPD dapat menyerupai kondisi kesehatan mental lain.
Merck Manual mencatat tenaga kesehatan perlu membedakannya antara lain dari gangguan bipolar, gangguan kepribadian antisosial, dan gangguan kepribadian histrionik.
“Label NPD tidak seharusnya menjadi senjata dalam konflik hubungan. Seseorang dapat berperilaku buruk tanpa memenuhi kriteria gangguan kepribadian, sementara diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan profesional.”
Anak yang Terlihat Narsistik Belum Tentu Akan Mengalami NPD
Anak dan remaja dapat menunjukkan perilaku yang terlihat sangat berpusat pada diri sendiri.
Mereka mungkin ingin menjadi pusat perhatian, sulit menerima kekalahan, membesar besarkan kemampuan, atau membutuhkan pujian.
Mayo Clinic mengingatkan sebagian ciri narsistik pada anak dapat sesuai dengan tahap perkembangan dan tidak berarti mereka akan mengalami NPD ketika dewasa.
Kepribadian terus berkembang selama masa pertumbuhan.
Karena itu, penggunaan label gangguan kepribadian terhadap anak secara sembarangan dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Bila perilaku seorang anak sangat mengganggu fungsi sekolah, hubungan keluarga, atau kehidupan sosial, orang tua dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mencari penjelasan yang lebih tepat.
Penyebab NPD Belum Diketahui Secara Pasti
Tidak ada satu penyebab tunggal yang sudah terbukti menjelaskan NPD.
Mayo Clinic menyebut penyebabnya masih belum diketahui secara jelas. Perkembangannya kemungkinan berkaitan dengan kombinasi lingkungan, pengalaman awal kehidupan, karakter yang diwariskan, serta hubungan antara otak dan perilaku.
Merck Manual juga mencatat adanya data mengenai komponen yang dapat diwariskan, meskipun penelitian mengenai penyebab biologis masih terbatas. Beberapa teori turut membahas pola pengasuhan yang terlalu kritis atau sebaliknya memberikan kekaguman dan pujian secara berlebihan.
Temuan tersebut tidak berarti pola asuh tertentu pasti menyebabkan NPD.
Tidak tepat pula menyalahkan orang tua secara langsung ketika seseorang memperoleh diagnosis.
Gangguan kepribadian berkembang melalui proses kompleks dan biasanya tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu pengalaman masa kecil.
NPD Bisa Berjalan Bersama Kondisi Lain
Seseorang dengan NPD dapat mengalami persoalan kesehatan mental lain pada waktu yang sama.
Merck Manual menyebut gangguan depresi, gangguan penggunaan zat, anoreksia nervosa, serta beberapa gangguan kepribadian lain dapat ditemukan bersama NPD.
Mayo Clinic juga mencatat depresi, kecemasan, persoalan penggunaan alkohol atau zat, gangguan makan, serta pikiran atau perilaku bunuh diri sebagai kondisi yang dapat muncul bersama gangguan ini.
Menariknya, sebagian orang dengan NPD justru mencari bantuan bukan karena merasa memiliki gangguan kepribadian.
Mereka dapat datang karena depresi, masalah hubungan, penggunaan alkohol, kesulitan pekerjaan, atau rasa tertekan setelah mengalami kegagalan.
Dari proses pemeriksaan itulah tenaga kesehatan dapat menemukan pola yang lebih luas.
Psikoterapi Menjadi Penanganan Utama
Penanganan NPD terutama dilakukan melalui psikoterapi atau terapi bicara.
Mayo Clinic menjelaskan terapi dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih baik, memahami emosi serta dorongan di balik perilakunya, menerima kemampuan diri secara lebih realistis, dan belajar menghadapi kritik maupun kegagalan.
Terapi juga dapat membantu seseorang belajar mengelola emosi, menerima tanggung jawab, serta menetapkan tujuan yang lebih realistis.
Merck Manual menyebut beberapa pendekatan psikoterapi dapat digunakan, termasuk terapi psikodinamik, mentalization based treatment, dan transference focused psychotherapy.
Prosesnya tidak selalu cepat.
Pola kepribadian telah terbentuk dalam waktu panjang sehingga perubahan sering membutuhkan hubungan terapi yang konsisten.
Kesediaan seseorang untuk mengikuti proses juga berperan besar.
Tidak Ada Obat Khusus untuk Menyembuhkan NPD
Hingga saat ini tidak ada obat yang secara khusus digunakan untuk mengobati NPD.
Mayo Clinic menjelaskan obat dapat diberikan apabila seseorang juga mengalami kondisi seperti depresi atau kecemasan.
Karena itu, pemberian antidepresan atau obat lain kepada seseorang dengan NPD bukan berarti obat tersebut menghilangkan pola kepribadian narsistik.
Obat digunakan untuk menangani kondisi lain atau keluhan tertentu sesuai penilaian dokter.
Terapi tetap menjadi bagian utama penanganan gangguan kepribadian narsistik.
Penggunaan obat juga harus melalui evaluasi dokter dan tidak sebaiknya dimulai atau dihentikan sendiri.
Kapan Sebaiknya Mencari Bantuan Profesional
Memiliki satu atau dua ciri narsistik bukan alasan untuk panik.
Banyak orang pernah bersikap egois, mencari pujian, sulit menerima kritik, atau merasa iri pada tahap tertentu dalam hidup.
Pertolongan profesional menjadi lebih relevan ketika pola tersebut terus berulang dan menimbulkan masalah serius.
Misalnya, hubungan terus rusak karena kebutuhan mengendalikan orang lain, pekerjaan terganggu akibat konflik berulang, seseorang mengalami kemarahan besar setiap kali dikritik, atau rasa gagal menimbulkan depresi yang berat.
Mayo Clinic menyarankan berbicara dengan tenaga kesehatan atau tenaga kesehatan mental apabila seseorang mengenali pola yang menyerupai NPD atau merasa sangat kewalahan oleh kesedihan.
Bila terdapat pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, kebutuhan pertolongan menjadi lebih mendesak dan layanan kesehatan setempat perlu dihubungi segera.
Evaluasi oleh psikolog klinis atau psikiater dapat membantu menentukan apakah persoalan benar berkaitan dengan NPD, kondisi kesehatan mental lain, atau pola perilaku yang belum mencapai tingkat gangguan kepribadian. Diagnosis yang tepat juga menentukan jenis bantuan yang paling sesuai untuk orang tersebut.


Comment