Lupa menaruh kunci, kesulitan mengingat nama seseorang, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat sebuah informasi bisa terjadi pada siapa saja, terutama ketika usia bertambah. Namun, kondisi menjadi berbeda ketika gangguan ingatan terjadi berulang, semakin berat, dan mulai mengganggu kegiatan sehari hari. Situasi tersebut dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut karena berkaitan dengan Alzheimer atau gangguan kesehatan lainnya.
Penyakit Alzheimer merupakan gangguan pada otak yang berkembang secara bertahap dan menjadi penyebab dementia paling umum pada kelompok lanjut usia. Penyakit ini memengaruhi kemampuan mengingat, berpikir, berbahasa, mengambil keputusan, serta menjalankan kegiatan sehari hari. National Institute on Aging menjelaskan bahwa masalah ingatan biasanya menjadi salah satu tanda pertama, meski sebagian pasien lebih dahulu mengalami gangguan bahasa, kemampuan visual spasial, atau penalaran.
Gejala pada setiap orang tidak selalu muncul dengan pola yang sama. Perubahan awal terkadang begitu ringan sehingga dianggap bagian biasa dari pertambahan usia. Karena itu, keluarga sering menjadi pihak pertama yang menyadari bahwa kebiasaan seseorang mulai berbeda dibanding beberapa bulan atau tahun sebelumnya.
Lupa Informasi Baru Menjadi Gejala Alzheimer yang Paling Dikenal
Gangguan memori merupakan ciri yang paling sering dikaitkan dengan Alzheimer. Pada tahap awal, masalah biasanya lebih terlihat pada kemampuan menyimpan informasi baru dibanding kenangan yang sudah tersimpan selama bertahun tahun.
Seseorang mungkin masih mampu bercerita secara terperinci mengenai kejadian puluhan tahun lalu tetapi tidak mengingat pembicaraan yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Ia dapat bertanya mengenai sesuatu, mendapatkan jawaban, lalu mengajukan pertanyaan yang sama beberapa saat kemudian.
Mayo Clinic menyebut kesulitan mengingat kejadian atau percakapan baru sebagai salah satu gejala awal Alzheimer. Seiring perkembangan penyakit, gangguan memori menjadi semakin berat dan mulai memengaruhi kemampuan menjalankan aktivitas harian.
Pertanyaan yang Sama Bisa Diulang Berkali Kali
Salah satu perubahan yang sering diperhatikan keluarga adalah kebiasaan mengulang pertanyaan.
Seorang anggota keluarga mungkin bertanya kapan acara keluarga akan berlangsung. Setelah mendapatkan jawaban, pertanyaan serupa kembali muncul dalam waktu relatif singkat.
Pada tahap tertentu, penderita tidak menyadari bahwa pertanyaan tersebut sebelumnya sudah disampaikan.
Barang pribadi juga semakin sering salah ditempatkan. Kacamata dapat ditemukan di tempat tidak biasa, telepon diletakkan di dalam lemari, atau dompet tersimpan di lokasi yang tidak pernah digunakan sebelumnya.
Alzheimer’s Association memasukkan kehilangan ingatan yang mengganggu kehidupan sehari hari sebagai salah satu tanda penting yang perlu diperhatikan, terutama ketika seseorang terus melupakan informasi yang baru dipelajari atau membutuhkan bantuan orang lain untuk tugas yang sebelumnya mampu dilakukan sendiri.
Lupa karena Usia Tidak Selalu Berarti Alzheimer
Kekhawatiran sering muncul ketika orang lanjut usia mulai lebih mudah lupa. Padahal, perubahan tertentu pada kemampuan mengingat dapat terjadi sebagai bagian dari proses penuaan.
Seseorang mungkin sesekali lupa nama orang yang baru ditemui tetapi kemudian mengingatnya kembali. Ia dapat lupa jadwal tertentu tetapi tetap mampu menyadari kesalahan dan memperbaikinya menggunakan catatan atau kalender.
National Institute on Aging menjelaskan bahwa orang yang bertambah usia dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari informasi baru atau mengingat sesuatu. Sesekali salah menaruh barang atau lupa melakukan pembayaran juga dapat terjadi tanpa berarti seseorang mengalami Alzheimer.
Perhatian lebih besar diperlukan ketika masalah tersebut mulai mengganggu kemampuan hidup secara mandiri.
Gangguan yang Mulai Mengubah Rutinitas Perlu Diperhatikan
Perbedaan penting dapat terlihat dari kemampuan menjalankan kegiatan harian.
Seseorang yang biasanya mengatur pembayaran listrik sendiri mungkin mulai lupa membayar beberapa kali. Orang yang terbiasa mengelola usaha dapat kesulitan mencatat transaksi sederhana.
Resep masakan yang selama puluhan tahun dibuat tanpa masalah tiba tiba terasa sulit diikuti.
Perubahan semacam ini lebih penting diperhatikan dibanding lupa sesekali yang kemudian dapat diingat kembali.
“Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa sering seseorang lupa, tetapi apakah perubahan tersebut mulai mengganggu kemampuan yang sebelumnya dapat dilakukan dengan baik.”
Kesulitan Merencanakan dan Menyelesaikan Masalah Bisa Muncul Lebih Awal
Alzheimer tidak hanya menyerang kemampuan mengingat. Kemampuan merencanakan, mengatur urutan pekerjaan, serta memecahkan persoalan juga dapat mengalami penurunan.
Pada tahap awal, perubahan tersebut mungkin terlihat saat seseorang harus melakukan kegiatan yang memiliki beberapa langkah.
Membuat makanan berdasarkan resep, mengatur pengeluaran bulanan, membayar tagihan melalui perbankan, atau merencanakan perjalanan dapat terasa jauh lebih sulit dibanding sebelumnya.
Kesalahan sesekali tentu dapat terjadi pada siapa saja. Namun, jika kesulitan muncul terus menerus dan menjadi semakin berat, pemeriksaan medis layak dipertimbangkan.
Pengelolaan Keuangan Sering Menjadi Salah Satu Tanda
Kemampuan mengelola uang membutuhkan berbagai fungsi otak sekaligus.
Seseorang harus mengingat jumlah uang, memahami angka, mengenali tagihan, menentukan prioritas, serta mengetahui apakah suatu transaksi masuk akal.
Ketika fungsi tersebut menurun, seseorang dapat melakukan pembayaran ganda, melupakan tagihan penting, atau kesulitan mengetahui jumlah uang yang seharusnya diberikan saat berbelanja.
Pada Alzheimer ringan, National Institute on Aging menyebut kesulitan mengelola uang dan membayar tagihan sebagai salah satu masalah yang dapat muncul.
Keluarga terkadang baru menyadarinya setelah menemukan beberapa tagihan belum dibayar atau transaksi yang tidak biasanya dilakukan.
Sulit Menemukan Kata Membuat Percakapan Mulai Berubah
Bahasa menjadi bagian lain yang dapat mengalami gangguan.
Pada awalnya, seseorang mungkin lebih sering berhenti di tengah pembicaraan karena kesulitan menemukan kata yang diinginkan. Ia mengetahui benda yang sedang dibicarakan tetapi tidak dapat mengingat namanya.
Kata yang spesifik kemudian diganti dengan sebutan yang lebih umum.
Misalnya, seseorang ingin mengatakan “jam tangan”, tetapi akhirnya menggunakan kalimat seperti “benda yang dipakai untuk melihat waktu”.
Alzheimer’s Society menjelaskan bahwa masalah bahasa pada tahap awal dapat mencakup kesulitan menemukan kata yang tepat serta kesulitan mengikuti percakapan.
Percakapan Panjang Menjadi Lebih Sulit Diikuti
Masalah komunikasi dapat semakin terlihat ketika percakapan melibatkan banyak informasi.
Seseorang mungkin kehilangan alur pembicaraan sebelum lawan bicara selesai menjelaskan sesuatu.
Ia juga dapat memulai sebuah kalimat lalu lupa apa yang ingin disampaikan.
National Institute on Aging mencatat bahwa Alzheimer dapat menyebabkan seseorang kesulitan mencari kata, memahami arti kata, mengikuti percakapan panjang, serta mempertahankan alur pikir ketika berbicara.
Ketika gangguan berkembang, kemampuan memahami percakapan juga dapat menurun.
Kebingungan Waktu dan Tempat Bisa Terjadi
Orientasi terhadap waktu merupakan fungsi yang sering ikut terganggu.
Seseorang dapat lupa tanggal atau hari, tetapi pada Alzheimer masalahnya dapat menjadi lebih luas. Ia mungkin kesulitan mengetahui apakah sekarang pagi atau malam, bulan apa yang sedang berjalan, atau mengapa dirinya berada di suatu tempat.
Perjalanan menuju lokasi yang sebelumnya sangat dikenal juga dapat menjadi membingungkan.
Seseorang yang bertahun tahun berbelanja di pasar yang sama dapat tiba tiba kesulitan menemukan jalan pulang.
Tersesat di Tempat yang Dikenal Patut Mendapat Perhatian
Tersesat tidak selalu berarti Alzheimer, tetapi kejadian berulang di lokasi yang sebelumnya sangat dikenal merupakan perubahan yang perlu diperhatikan.
Pada Alzheimer tahap ringan, berjalan tanpa tujuan dan tersesat dapat terjadi.
Alzheimer’s Society juga menjelaskan bahwa seseorang pada tahap awal dementia dapat kehilangan orientasi dan tidak mengenali lokasi tempat dirinya berada.
Masalah tersebut mempunyai konsekuensi keselamatan, terutama apabila orang tersebut masih mengemudi atau sering bepergian seorang diri.
Kemampuan Menilai Jarak dan Bentuk Dapat Ikut Terganggu
Gangguan Alzheimer juga dapat melibatkan kemampuan otak memahami informasi visual dan hubungan ruang.
Masalah ini berbeda dari gangguan penglihatan akibat mata.
Seseorang mungkin masih dapat melihat sebuah benda tetapi kesulitan memperkirakan posisi, jarak, kedalaman, atau hubungan antara beberapa objek.
Saat menaiki tangga, misalnya, jarak antar anak tangga dapat terasa lebih sulit diperkirakan.
Kemampuan tersebut juga penting ketika mengemudi karena pengemudi harus memperkirakan jarak kendaraan lain, posisi jalan, dan kecepatan.
National Institute on Aging menyebut kesulitan memahami gambar visual dan hubungan spasial sebagai salah satu perubahan kognitif yang dapat menjadi tanda awal Alzheimer.
Wajah dan Benda Bisa Semakin Sulit Dikenali
Ketika penyakit berkembang lebih jauh, gangguan persepsi dan ingatan dapat menyebabkan seseorang kesulitan mengenali benda atau orang.
Pada tahap sedang, kemampuan mengenali anggota keluarga dan teman dapat semakin terganggu.
Situasi tersebut dapat membingungkan keluarga karena penderita mungkin tetap memiliki ingatan mengenai orang tertentu, tetapi tidak dapat langsung menghubungkan wajah yang dilihat dengan identitas orang tersebut.
Gejala tidak selalu berlangsung dengan pola identik pada setiap pasien.
Keputusan yang Tidak Biasa Bisa Menjadi Tanda Perubahan Penalaran
Kemampuan membuat keputusan juga dapat berubah.
Orang yang sebelumnya sangat berhati hati dengan uang dapat tiba tiba mudah memberikan sejumlah besar uang kepada orang yang tidak dikenal.
Ia mungkin tidak lagi mampu mempertimbangkan risiko seperti sebelumnya.
Penampilan dan kebersihan pribadi terkadang ikut berubah karena orang tersebut lupa mandi, mengganti pakaian, atau tidak lagi memahami perlunya menjalankan rutinitas tertentu.
Kesulitan menilai situasi membuat penderita juga menjadi lebih rentan terhadap penipuan.
Aktivitas yang Dahulu Mudah Bisa Terasa Membingungkan
Mengoperasikan perangkat yang telah digunakan bertahun tahun terkadang menjadi sulit.
Seseorang dapat lupa langkah menggunakan mesin cuci, kesulitan memakai remote televisi, atau tidak mengetahui bagaimana menjalankan fungsi telepon yang sebelumnya digunakan setiap hari.
Perubahan tersebut berbeda dari kesulitan mempelajari teknologi baru.
Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah hilangnya kemampuan menjalankan aktivitas yang sebelumnya sangat dikenal.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa Alzheimer secara bertahap dapat memengaruhi kemampuan menyelesaikan kegiatan sehari hari, termasuk tugas yang membutuhkan beberapa langkah.
Perubahan Suasana Hati dan Kepribadian Bisa Menyertai Alzheimer
Tidak semua gejala terlihat sebagai gangguan ingatan.
Perubahan perilaku dan emosi dapat muncul seiring perkembangan penyakit.
Seseorang yang sebelumnya tenang dapat menjadi lebih mudah marah. Ada pula yang menjadi cemas, curiga, takut, atau memilih menarik diri dari kegiatan sosial.
Perubahan tersebut terkadang berkaitan dengan kebingungan yang dialaminya.
Ketika seseorang tidak dapat mengingat informasi atau memahami apa yang sedang terjadi, lingkungan yang sebelumnya terasa biasa dapat terlihat asing.
Hobi dan Aktivitas Sosial Bisa Mulai Ditinggalkan
Seseorang dapat berhenti mengikuti kegiatan yang selama bertahun tahun disukai.
Alasannya bukan selalu karena kehilangan minat semata. Kesulitan mengikuti percakapan, mengingat aturan permainan, atau menyelesaikan aktivitas tertentu dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman.
Alzheimer’s Society mencatat bahwa perubahan awal dapat meliputi kecemasan, rasa takut, kesedihan, mudah tersinggung, kehilangan kepercayaan diri, menarik diri, dan kehilangan minat terhadap kegiatan atau orang lain.
Keluarga sering memiliki posisi penting karena mereka mengenal kepribadian serta kebiasaan orang tersebut sebelum perubahan terjadi.
Alzheimer Tahap Sedang Membawa Gejala yang Lebih Berat
Ketika Alzheimer berkembang menuju tahap sedang, gangguan ingatan dan kebingungan menjadi semakin jelas.
Penderita dapat kesulitan mempelajari informasi baru atau melakukan tugas dengan beberapa langkah seperti memilih dan mengenakan pakaian secara benar.
Kemampuan mengenali keluarga dapat menurun.
Sebagian orang juga mengalami perubahan pola tidur, berjalan tanpa tujuan, agitasi, atau perilaku impulsif.
National Institute on Aging menyebut halusinasi, delusi, dan paranoia dapat muncul pada sebagian pasien dalam tahap sedang.
Tidak semua penderita akan mengalami seluruh gejala tersebut.
“Perjalanan Alzheimer sangat individual. Dua orang dengan diagnosis yang sama dapat memperlihatkan urutan dan tingkat keparahan gejala yang berbeda.”
Tahap Berat Membuat Penderita Sangat Bergantung pada Orang Lain
Pada tahap berat, kerusakan fungsi otak telah meluas.
Kemampuan berkomunikasi dapat menurun secara signifikan. Penderita mungkin hanya mampu mengatakan beberapa kata atau akhirnya tidak dapat menyampaikan kebutuhan secara jelas.
Aktivitas dasar seperti makan, mandi, berpakaian, menggunakan toilet, atau berpindah posisi memerlukan bantuan.
Kemampuan berjalan juga dapat menurun.
National Institute on Aging menyebut penderita Alzheimer berat dapat kehilangan kemampuan berkomunikasi dan menjadi sepenuhnya bergantung kepada orang lain dalam perawatan sehari hari.
Perawatan pada tahap ini tidak hanya berhubungan dengan kemampuan kognitif, tetapi juga kebutuhan nutrisi, mobilitas, kebersihan, kesehatan kulit, dan pencegahan infeksi.
Alzheimer Dapat Muncul Sebelum Usia 65 Tahun
Alzheimer sering dianggap hanya terjadi pada orang berusia sangat lanjut.
Sebagian besar kasus memang muncul pada usia 65 tahun atau lebih. Namun, penyakit ini juga dapat terjadi pada usia lebih muda.
Alzheimer yang gejalanya muncul sebelum usia 65 tahun dikenal sebagai young onset atau early onset Alzheimer.
Kondisi tersebut tergolong lebih jarang. Mayo Clinic menyebut young onset Alzheimer dapat terjadi pada orang berusia di bawah 65 tahun dan sering lebih sulit dikenali karena gejalanya muncul ketika seseorang masih aktif bekerja serta mengurus keluarga.
Pada kelompok usia lebih muda, gangguan yang pertama muncul tidak selalu berupa masalah ingatan yang paling menonjol.
Perubahan bahasa, kemampuan visual, perencanaan, atau pekerjaan dapat lebih dahulu terlihat pada sebagian pasien.
Gejala Mirip Alzheimer Bisa Berasal dari Penyakit Lain
Lupa dan kebingungan tidak otomatis berarti seseorang mengalami Alzheimer.
Berbagai kondisi kesehatan dapat menghasilkan keluhan yang menyerupai gangguan kognitif.
Depresi, gangguan tidur, infeksi, masalah tiroid, kekurangan vitamin tertentu, efek obat, gangguan pendengaran, dan penyakit neurologis lain dapat menyebabkan perubahan pada ingatan atau kemampuan berpikir.
Karena itulah diagnosis tidak seharusnya dibuat hanya berdasarkan pengamatan satu atau dua gejala.
Alzheimer’s Society menekankan bahwa gangguan memori dan kemampuan berpikir dapat disebabkan kondisi yang dapat ditangani, termasuk depresi atau infeksi.
Pemeriksaan Dokter Membutuhkan Lebih dari Tes Ingatan
Dokter biasanya mengumpulkan informasi mengenai kapan gejala pertama muncul, bagaimana perkembangannya, serta kemampuan pasien menjalankan kegiatan sehari hari.
Informasi dari keluarga dapat membantu karena pasien belum tentu menyadari seluruh perubahan yang terjadi.
Pemeriksaan dapat mencakup tes memori dan kemampuan berpikir, evaluasi kemampuan fungsional, pemeriksaan fisik dan neurologis, tes laboratorium, serta pencitraan otak pada kondisi tertentu.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa diagnosis Alzheimer dilakukan melalui penilaian terhadap memori, kemampuan berpikir, fungsi sehari hari, perubahan perilaku, serta pemeriksaan untuk menyingkirkan penyebab lainnya.
Teknologi biomarker juga semakin digunakan dalam evaluasi tertentu, termasuk pemeriksaan cairan tubuh dan pencitraan yang membantu dokter menilai perubahan biologis berkaitan dengan Alzheimer.
Pemeriksaan Layak Dilakukan Saat Kehidupan Sehari Hari Mulai Terganggu
Tidak perlu menunggu seseorang lupa nama seluruh anggota keluarganya sebelum mencari pertolongan.
Perubahan berulang dalam kemampuan mengingat, berbicara, mengatur keuangan, mencari jalan, membuat keputusan, atau menjalankan aktivitas yang sebelumnya dikuasai sudah cukup menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
Pemeriksaan lebih awal membantu menemukan penyebab yang sebenarnya.
Apabila penyebabnya bukan Alzheimer dan berasal dari kondisi yang dapat diobati, pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya. Jika Alzheimer terdiagnosis, dokter dan keluarga dapat membicarakan pilihan terapi, pengaturan aktivitas, dukungan keluarga, keamanan di rumah, serta kebutuhan perawatan berdasarkan tingkat gangguan yang dialami.
Gejala yang muncul secara mendadak dalam hitungan jam atau hari juga tidak khas untuk perkembangan Alzheimer yang biasanya berlangsung perlahan. Kebingungan mendadak, kelemahan salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara yang muncul tiba tiba, kehilangan kesadaran, atau perubahan neurologis akut memerlukan penilaian medis segera karena dapat berhubungan dengan kondisi lain yang membutuhkan pertolongan cepat.


Comment